Arsip untuk Mei, 2008

Jangan sekali kali melupakan sejarah

Posted in Hidup on Mei 25, 2008 by jambalbatu

Minggu lalu, tepatnya hari jumat tanggal 16 may 2008, nenek kesayanganku meninggal dunia. Tanpa sakit dan tanpa keluhan apapun, nenek meninggal, nyaris seperti HP yang kehabisan baterai. Dia meninggal hari Jumat, dimana orang akan segera libur akhir pekan, sungguh kepergian nenek itu tidak menyusahkan orang.

Hari sabtu saya tiba di medan dari singapura dan siangnya tiba di kampung saya, di sukatepu, kecamatan simpang empat, kabupatan tanah karo, sumatera utara. Setiba saya di hall desa, nampak sosok kaku nenek di dalam peti, nyesek rasanya, tapi air mata tidak keluar setetespun, sampai akhirnya ketika saya duduk bersimpung di samping peti, saya tidak dapat lagi menahan rasa sedih ya dan air matapun tertumpah.

Sore harinya nenek di kubur di pekuburan keluarga, persis disamping kuburan kakek yang telah meninggalkan nenek sejak tahun 1990 lalu. Setelah proses penguburan selesai, saya berdiri tepat ditengah tengah pusara kakek dan nenek saya. Saat itu dalam hati saya berkata, terimakasih kakek, terimakasih nenek, kalian berdua memiliki jiwa yang besar yang telah mengantarkan bapa saya untuk kuliah di bandung dan pada akhirnya membuat saya bisa tinggal di singapura. Disinilah tonggak sejarah itu dimulai dalam hati saya.

Ketika saya pulang ke kampung untuk menguburkan nenek, satu hal yang terbersik dalam pikiran saya selama perjalanan dari singapura ke sukatepu, betapa besarnya jiwa yang dimiliki oleh kakek dan nenek saya. Mungkin untuk ukuran orang lain apa yang dilakukan atau yang dimiliki oleh kakek dan nenek saya tidak ada artinya, tapi untuk diri saya dan klan keluarga saya, apa yang dilakukannya dan apa yang dimilikinya adalah titian dari suatu sejarah besar bagi saya. Karena keberadaan almarhum bapa saya dan saya sekarang tidak mungkin terlepas dari visi dan nilai besar kakek dan nenek saya.

Mengenai besar atau kecil jiwa besar itu menurut saya tergantung dari kacamata mana kita melihat, mungkin jiwa besar keluarga kennedy di amerika sana lebih besar menurut orang, tapi ah menurut saya sama-sama besar kok, yang membuat sama-sama besar adalah memiliki jiwa besarnya itu. Ini yang tidak dimiliki semua orang, dan sekecil apapun jiwa besar yang dimiliki oleh leluhur kita selayaknya kita harus bangga dan kita syukuri dan kita jadikan suatu dorongan untuk menjadikannya benar-benar besar.

Sekarang saya dan keluarga ada disingapura, siapa tau kelak anak saya dan cucu saya berada di amerika atau eropa dan keturunan saya menyebar di seluruh dunia, secara kuantitas merupakan suatu kemajuan luar biasa karena dimulai dari sukatepu, desa kecil di tanah karo dengan hanya 50 kepala keluarga. Lalu secara kualitas siapa tau keturunan saya nanti bisa menjadi seseorang yang berarti di lingkungannya atau dinegaranya atau bahkan didunia. Kita tidak akan tau semua itu, tapi yang pasti adalah kita harus sadar dan memanfaatkan jiwa besar dari leluhur kita untuk terus kita jaga, kita kembangkan dan kita ceritakan kepada keturunan kita, agar nilai-nilai besar itu terus berkembang dan mengakar di keluarga kita. Dan jangan jadikan nilai-nilai besar itu menjadi sebuah kesombongan, karena hal itu hanyalah akan berbuahkan kesia-siaan, manfaatkan jiwa besar itu untuk orang sekitar kita sehingga akhirnya orangpun akan mengakui jiwa besar tersebut.

Semoga berarti