Minggu lalu seorang teman meminjamkan koleksi lagu karonya, yang kemudian saya pindahkan ke iphone , supaya setiap hari bisa mendengarkannya. Dan sejak beberapa hari lalu sambil berjalan ke suatu tempat, saya menikmati lagu karo. Sebenarnya kebiasaan ini sering saya lakukan ketika saya tinggal di Indonesia, setiap bepergian ke suatu tempat atau ke kota lain, di mobil selalu mendengarkan lagu karo, apalagi kalo lagi perjalanan bandung – Jakarta – bandung, ketika memasuki kawasan Puncak, sudah pasti saya akan memasang lagu karo, saya buka kaca lebar-lebar dan menyalakan 234
, karena lingkungannya yang mengingatkan saya dengan Tanah Karo. Nah beberapa hari ini saya mendengarkan lagu karo kembali sambil jalan, kali ini sih jalan kaki hehehe, tapi di singapura, sesuatu hal yang belum pernah aku alami, sepertinya terjadi sesuatu yang berbeda gitu, lagu karo yang dalam imaginasi aku itu tergambarkan dengan suasana tanah karo yang pengunungan, kampung dll, sekarang saya dengarkan di suatu lingkungan yang bisa kita anggap sebagai perwakilan dari kehidupan modern, saya mendengarkan lagu karo sambil naik kereta bawah tanah, sambil berjalan di pusat perbelanjaan sepanjang orchard, sambil melihat mobil Ferrari, Roll Royce atau Lamborghini berlalu lalang. Tiba-tiba saja sosok lagu karo dalam imaginasi aku berubah hehehe…yaaa rada aneh juga sih dalam perasaanku. Tetap saya mencoba merasakan, menikmati, menyelami kata-kata dalam lagu karo tersebut, namun rada susah, karena imaginasi saya tentang karo yang pegunungan dan kampong tidak terwakili dengan kondisi disekitar saya yang dipenuhi oleh gedung bertingkat, mobil mewah, pusat perbelanjaan dengan merek-merek terkenal seperti LV, Gucci, dan lain-lain. Aneh juga ya, saya pikir mendengarkan lagu itu tidak terpengaruhi oleh tempat, maksudnya, ya dengerin lagu Paul Pott, atau sapa gitu di Jakarta, Singapura, London atau New York ya harusnya sama aja kan. Namun selaiin keanehan itu, ada juga rasa bangga ketika saya menyadari saya mendengarkan alunan alat music karo itu di Singapura, saya membayangkan kalo ada ahli music karo meramunya dalam suatu konser seperti yang dilakukan Vicky Sianipar, dengan arrangement yang luar biasa dan ditampilkan di gedung Esplanade, keren kali ya. Membayangkannya saja sudah merinding hihihi….sudah ah mimpi aja kamu.. Cheers…
Lagu Karo
Dikirim Budaya pada April 5, 2009 oleh jambalbatuJangan sekali kali melupakan sejarah
Dikirim Hidup pada Mei 25, 2008 oleh jambalbatuMinggu lalu, tepatnya hari jumat tanggal 16 may 2008, nenek kesayanganku meninggal dunia. Tanpa sakit dan tanpa keluhan apapun, nenek meninggal, nyaris seperti HP yang kehabisan baterai. Dia meninggal hari Jumat, dimana orang akan segera libur akhir pekan, sungguh kepergian nenek itu tidak menyusahkan orang.
Hari sabtu saya tiba di medan dari singapura dan siangnya tiba di kampung saya, di sukatepu, kecamatan simpang empat, kabupatan tanah karo, sumatera utara. Setiba saya di hall desa, nampak sosok kaku nenek di dalam peti, nyesek rasanya, tapi air mata tidak keluar setetespun, sampai akhirnya ketika saya duduk bersimpung di samping peti, saya tidak dapat lagi menahan rasa sedih ya dan air matapun tertumpah.
Sore harinya nenek di kubur di pekuburan keluarga, persis disamping kuburan kakek yang telah meninggalkan nenek sejak tahun 1990 lalu. Setelah proses penguburan selesai, saya berdiri tepat ditengah tengah pusara kakek dan nenek saya. Saat itu dalam hati saya berkata, terimakasih kakek, terimakasih nenek, kalian berdua memiliki jiwa yang besar yang telah mengantarkan bapa saya untuk kuliah di bandung dan pada akhirnya membuat saya bisa tinggal di singapura. Disinilah tonggak sejarah itu dimulai dalam hati saya.
Ketika saya pulang ke kampung untuk menguburkan nenek, satu hal yang terbersik dalam pikiran saya selama perjalanan dari singapura ke sukatepu, betapa besarnya jiwa yang dimiliki oleh kakek dan nenek saya. Mungkin untuk ukuran orang lain apa yang dilakukan atau yang dimiliki oleh kakek dan nenek saya tidak ada artinya, tapi untuk diri saya dan klan keluarga saya, apa yang dilakukannya dan apa yang dimilikinya adalah titian dari suatu sejarah besar bagi saya. Karena keberadaan almarhum bapa saya dan saya sekarang tidak mungkin terlepas dari visi dan nilai besar kakek dan nenek saya.
Mengenai besar atau kecil jiwa besar itu menurut saya tergantung dari kacamata mana kita melihat, mungkin jiwa besar keluarga kennedy di amerika sana lebih besar menurut orang, tapi ah menurut saya sama-sama besar kok, yang membuat sama-sama besar adalah memiliki jiwa besarnya itu. Ini yang tidak dimiliki semua orang, dan sekecil apapun jiwa besar yang dimiliki oleh leluhur kita selayaknya kita harus bangga dan kita syukuri dan kita jadikan suatu dorongan untuk menjadikannya benar-benar besar.
Sekarang saya dan keluarga ada disingapura, siapa tau kelak anak saya dan cucu saya berada di amerika atau eropa dan keturunan saya menyebar di seluruh dunia, secara kuantitas merupakan suatu kemajuan luar biasa karena dimulai dari sukatepu, desa kecil di tanah karo dengan hanya 50 kepala keluarga. Lalu secara kualitas siapa tau keturunan saya nanti bisa menjadi seseorang yang berarti di lingkungannya atau dinegaranya atau bahkan didunia. Kita tidak akan tau semua itu, tapi yang pasti adalah kita harus sadar dan memanfaatkan jiwa besar dari leluhur kita untuk terus kita jaga, kita kembangkan dan kita ceritakan kepada keturunan kita, agar nilai-nilai besar itu terus berkembang dan mengakar di keluarga kita. Dan jangan jadikan nilai-nilai besar itu menjadi sebuah kesombongan, karena hal itu hanyalah akan berbuahkan kesia-siaan, manfaatkan jiwa besar itu untuk orang sekitar kita sehingga akhirnya orangpun akan mengakui jiwa besar tersebut.
Semoga berarti
“Keberhasilan”
Dikirim Hidup pada Maret 25, 2008 oleh jambalbatuSebenarnya saya sedang kerja sih di rumah, sedangkan istri dan adik ipar saya menonton film yang dibintangi oleh yosi – project pop, judul ndak tau sih nanti aku check deh hehehe.
Di film itu yosi digambarkan sebagai manager menengah di sebuah perusahaan asuransi yang gelisah dengan keadaannya saat ini, dimana teman-temannya yang lain sudah menduduki kedudukan tinggi dan di perusahaan yang bonafide. Tapi baru setengah filmnya ya, ndak tau endingnya gimana ![]()
Ditengah-tengah saya bekerja, jalan cerita film ini menyita pendengaran saya yang pertama dan yang kedua menyita pikiran saya sehingga akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan sementara pekerjaan saya dan menulis.
Yaaaaa jalan cerita yang dilakoni oleh yosi project pop mungkin menjadi kenyataan bagi sebagian besar pekerja dimana pun dia berada, entah di new York atau di Jakarta sekalipun. Dan kenyataan itu membuat saya mengingat kembali masa-masa ketika saya di bandung dan Jakarta.
Masa-masa sulit kali ya, bisa dikategorikan seperti itu, walaupun sebenarnya sekarang juga masih sulit juga sih hehehe, tapi ya jauh lebih sulit ketika saya 4 tahun di Jakarta. Kerja dengan gaji yang sangat pas-pasan, sementara teman-teman lain yang sama-sama lulus dari sekolah yang sama, atau temen-teman bermain yang telah menjadi orang di perusahaan multinasional.
Sebelumnya saya ingin menceritakan masa kuliah saya. Hmm saya kuliah lumanyan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, seperti mobil, HP, uang jajan yang cukup dll deh. Namun semua itu hilang seiring dengan meninggalnya ayah. Dan bertahun-tahun setelah itu, pada era saya dijakarta, teman saya yang biasanya nebeng dimobil saya untuk pulang atau jalan-jalan, sekarang memberikan tumpangan dengan mobil BMWnya, hehehe, ironis ya…tapi ya itulah kenyataan…jadi inget kata-kata teman saya di Melbourne…kenyataan itu pahit nic hehehe…
Ya kembali ke masa sulit..masa itu saya lalui selama sekitar 4 tahun, bekerja di Jakarta, iri sekali dengan lingkungan, dengan teman, dan yang paling parah adalah saya tidak tau saya bakalan jadi apa untuk 5 atau 10 tahun yang akan dating. Tapi ya karena ndak tau, akhirnya saya jalani saja dengan segala ketekunan, dan kejujuran yang saya miliki…(karena Cuma itu yang dimiliki
)
Dan akhirnya tahun 2006, setelah menikah, saya pindah ke singapura, karena istri saya berbisnis disini…nah disinilah titik balik semuanya…madesu alias masa depan suram yang selama ini meliputi hidupku sedikit demi sedikit terkuak, dan cahaya sinaran masa depan yang lebih baik mulai tersibak.
Saya sih sebenarnya pengen berbagi beberapa nilai yang saya rasakan ketika menjalani masa sulit tahap keberapa ya…(ndak tau juga sih hehehe) dalam hidup saya, yang pertama adalah memiliki pendidikan yang cukup, tekun, jujur dan bekerja keras. Setelah itu kesempatan demi kesempatan akan muncul karena yakinlah ada orang yang Pencipta kita gunakan untuk menjadi pembimbing kita melewati masa-masa sulit dan memberikan kesempatan itu.
Semoga berarti
seal-penyanyi inggris dan tony chen-ceo microsoft indonesia
Dikirim Hidup pada Maret 14, 2008 oleh jambalbatuIde tulisan ini muncul setelah saya membaca majalah swa edisi ke empat yang mengulas the best ceo 2008 dan menonton acara oprah winfrey season 22. Jika anda ingin mengetahuinya secara ringkas mengenai acara oprah tersebut, and bisa akses http://www.people.com/people/article/0,,20153804,00.html. Ada yang luar biasa yang saya dapatkan dari sosok Seal, penyanyi sukses kulit hitam asal amerika dan Tony chen- CEO Microsoft Indonesia.
Pertama saya ingin bercerita tentang luar biasanya Tony Chen. Saya membaca di swa tentang perjalanan karier beliau, namun ketika saya melihat CVnya, saya terkejut ketika mengetahui ternyata pak tony chen ini lulusan dari universitas islam nusantara bandung. Saya berasal dari bandung dari lulus dari salah satu universitas di bandung, dan ayah saya adalah lulusan universitas tersebut, yang dikenal dengan singkatan Uninus. Jadi saya sedikitnya mengetahui bagaimana Uninus. Mungkin tidak banyak lulusan uninus yang memiliki jabatan atau menjadi orang penting di Indonesia, tidak sebanyak lulusan uni lainnya di bandung seperti ITB, Unpad atau Unpar. Mungkin ketika pertama kali Pak Tony Chen melamar kerja, bagian SDM perusahaan tersebut menolak mentah-mentah aplikasinya, namun apa yang terjadi setelah puluhan tahun, beliau menjadi CEO Microsoft.
Menurut pengamatan saya, biasanya orang-orang yang menduduki jabatan kelas satu itu adalah lulusan universitas yang terkenal, malah mayoritas kalau saya perhatikan, apalagi kalau membaca kolomnya siapa dia di Swa, kebanyakan orang-orang itu lulusan luar negeri. Namun yang bisa dibuktikan oleh Pak Tony Chen adalah sesuatu yang luar biasa, saya menilainya sangat luar biasa, bisa mengalahkan mitos selama ini bahwa jadi pemimpin atau ceo perusahaan kelas satu harus lulusan dari universitas terkenal atau lulusan luar negeri.
Ini luar biasa yang pertama
Luar biasa yang kedua. Sebagian dari anda mungkin tahu siapa Seal, penyanyi amerika yang berkulit hitam. Mungkin sebagian besar wanita di dunia ini tidak akan tertarik dengan penampilan fisik Seal, apalagi kalau dia bukan penyanyi kelas dunia. Namun kembali dia bisa mengalahkan mitos penilaian orang , ternyata penampilan fisik bukanlah segalanya, dia bisa menyakinkan dan menjadikan Heidi Klum sebagai pendamping hidupnya.Luar biasa…..
Secara fisik rata-rata pria didunia ini, ndak akan pernah kepikiran tuh bisa menikahi “angel” seperti Heidi Klum, Fotomodel kelas dunia, sekelas Cindy Crawford, tapi Seal telah membuktikannya.
Dari kedua hal ini saya mendapatkan hikmah bahwa jika kita merasa berada di bawah kelas dari suatu nilai yang diciptakan oleh masyarakat di dunia ini, atau penilaian yang ada misalnya “ah kamu kan bukan lulusan universitas terkenal, atau wah kamu kan ndak tampan gimana bisa mendapatkan dia” kedua orang ini, Seal dan Tony Chen, bisa menjadi bukti bahwa penilaian itu hanyalah ciptaan manusia , namun semuanya kembali kepada diri kita, dimana sebenarnya kita bisa melawan penilaian-penilaian yang diciptakan oleh manusia ini, seperti yang telah dilakukan kedua orang tersebut.
Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.
story of jambal batu
Dikirim History pada Maret 5, 2008 oleh jambalbatukata jambal batu terlahir dari sekelompok pemuda yang menuntut ilmu di beberapa universitas di bandung sekitar 15 tahun yang lalu. sekelompok pemuda tersebut berjuang melewati masa sekolahnya dan kini sudah mengabdi kepada masyarakat dalam berbagai peran seperti pegawai swasta di sebuah perusahaan telekomonikasi, pejabat di sebuah departemen di republik indonesia, pengelola yayasan yang bercita-cita mendirikan sekolah yang katanya akan menjadi benchmark pendidikan indonesia, top manajemen di sebuah hotel, sebagai pengusaha namun harus meninggalkan kami semua, seorang calon dokter dan saya sendiri seorang pegawai biasa di jakarta yang tanpa sengaja menjadi pengusaha kecil di singapura.
Melihat 15 tahun perjalanan jambul batu…
Sangat bangga sekali rasanya memiliki teman,sahabat dan keluarga yang seperti ini.
Dan sekali lagi, pendidikan serta kerja keras membuat pemuda yang tidak memiliki apa-apa bisa sedikit memberi kepada masyarakat.
Kejarlah pendidikan setinggi mungkin, bekerja keras dan jujur lah dalam bekerja.